Category: Filsafat

  • Nothing, Nowhere, Just an Old Saying, All Over Again

    Nothing, Nowhere, Just an Old Saying, All Over Again

    Berbeda dari film bertema multiverse yang biasanya menggunakan konsep tersebut untuk memperbaiki keadaan, dalam EEAO multiverse digunakan sebagai penghiburan, dengan membuka kesadaran, bahwa anda yang apa adanya ini penting.

  • Kritik Heidegger atas Humanisme

    Kritik Heidegger atas Humanisme

    Dengan mendefinisikan manusia sebagai ‘rational animal’, berarti menempatkan esensi manusia secara primordial dalam dimensi kehewanannya (animalitas). Menurut Heidegger, humanisme telah salah arah, karena yang menjadi kepeduliannya adalah kemanusiaan (humanitas), namun memikirkan manusia atas dasar kehewanan (animalitas). Secara umum, Heidegger menentang humanisme. Ia berpendapat bahwa penamaan seperti itu justru mengakhiri tindakan berpikir.

  • Humanisme Renaisans Giovanni Pico della Mirandola

    Humanisme Renaisans Giovanni Pico della Mirandola

    Humanisme adalah paham yang menjadikan manusia sebagai pusat memandang segala sesuatu. Orasi Giovanni Pico della Mirandola, seorang filsuf Italia zaman Renaisans, dalam “Oration on the Dignity of Man” merangkum seluruh keyakinan Renaisans itu. Bahkan orasi Pico tersebut dapat dikatakan sebagai manifesto humanisme, karena di dalamnya sudah terkandung esensi dari humanisme.

  • Merenungkan Pengalaman dalam Waktu

    Merenungkan Pengalaman dalam Waktu

    Sebuah novel yang menuturkan tentang bagaimana manusia menghayati waktu, yang ada kalanya seperti berjalan melingkar, sementara di kala lain seakan surut ke belakang.

  • Aspek-aspek Eksistensial Filsafat Kierkegaard

    Aspek-aspek Eksistensial Filsafat Kierkegaard

    Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang meyakini pemikiran filosofis bermula dari subjek manusia, bukan sekadar subjek yang berpikir, tetapi individu manusia yang – selain berpikir juga – hidup, berperasaan, dan bertindak.

  • Fenomenologi sebagai Metode dan Filsafat

    Fenomenologi sebagai Metode dan Filsafat

    Husserl sendiri mulanya mengembangkan fenomenologi sebagai metode untuk meneliti kesadaran manusia yang berada dalam ranah psikologi eksperimental, sebelum akhirnya berfokus pada filsafat. Fokus tersebut menjadikan fenomenologi sebagai aliran yang berusaha mengatasi positivisme dan berbagai bentuk naturalisme yang berusaha menjelaskan dunia dan kehidupan dengan menggunakan metode ilmu alam.

  • Suatu Kemungkinan untuk Filsafat Globalisasi

    Suatu Kemungkinan untuk Filsafat Globalisasi

    Jika kita ingin menyusun suatu filsafat globalisasi, maka pertama-tama kita harus menerima asumsi dasar dikotomi Barat-Timur. Di satu sisi, nyatanya filsafat Barat-lah yang melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan modern, dan karena itu sesuai untuk menjadi dasar dari suatu filsafat globalisasi. Di sisi lain, akan banyak keberatan jika filsafat Barat dijadikan pendasaran tunggal dan tertutup bagi…