,

Review Seri The Boys

Seri The Boys sudah tamat. Setelah menonton season terakhirnya, saya memiliki beberapa kesan. Sebagai sebuah seri, The Boys memiliki ups and downs-nya. Secara keseluruhan, seri ini cukup bagus.

Yang saya suka dari seri The Boys

Pertama, secara keseluruhan, The Boys dapat dikatakan tidak terlalu mengulur-ulur ceritanya. The Boys hanya memerlukan lima season untuk mencapai endingnya. Memang ada dua spin-off yang sudah rilis sampai season lima The Boys berakhir, yaitu Gen V dan The Boys Presents: Diabolical (animasi). Namun, untuk memahami inti cerita dari seri The Boys, anda tidak perlu mengikuti keduanya.

Kedua, The Boys memberikan klimaks yang memuaskan untuk seri ini di season terakhirnya. Scene di Gedung Putih, yaitu adegan pertempuran pamungkas antara Billy Butcher (Karl Urban) dan kawan-kawan dengan Homelander (Antony Starr), adalah klimaks yang memuaskan. Setelah melihat berbagai kejahatannya dari awal seri, melihat Homelander dibuat tak berdaya, dikalahkan, dan dipermalukan itu memberikan kepuasan tersendiri.

Yang saya tidak suka

Pertama, bagian ending yang tidak perlu ada. Dari klimaks yang telah disampaikan sebelumnya, cerita masih dilanjutkan sedikit. Kali ini tentang Butcher dan Hughie Campbell (Jack Quaid). Bagian ini tampaknya dimaksudkan untuk menutup cerita dengan rapi. Akan tetapi, untuk yang mengikutinya sampai lima season, pasti tahu kerapian cerita bukanlah keunggulan dari The Boys. Jadi, buat apa berusaha ditutup dengan rapi. Tutup saja setelah bagian Homelander kalah, ketika penonton puas.

Kedua, meski secara keseluruhan The Boys dapat dikatakan tidak terlalu mengulur-ulur cerita, tetapi masih ada bagian di mana ceritanya tampak diulur-ulur. Salah satu contohnya ada di season lima, yaitu bagian ketika cerita diperlihatkan dari perspektif Terror, anjingnya Butcher. Tanpa bagian seperti ini, seri The Boys bisa menjadi lebih ringkas.

Ketiga, season terakhir The Boys tampak digunakan sebagai perkenalan untuk seri spin-off-nya yang akan tayang, yaitu Vought Rising. Hal ini membawa beberapa konsekuensi untuk season kelima The Boys sebagai season terakhir. Daripada menyelesaikan dengan baik cerita dari tokoh dan peristiwa yang ada di seri ini, atau mengintegrasikan dengan baik tokoh dari seri spin-off-nya yang sudah di-cancel yaitu Gen V, sebagian dari season terakhir The Boys justru digunakan untuk memperkenalkan tokoh dan peristiwa yang akan ditampilkan di Vought Rising. Seperti Soldier Boy (Jensen Ackles), dan hubungannya dengan Stormfront (Aya Cash).

Jadi, menurut saya, The Boys adalah seri yang cukup bagus terutama karena, secara keseluruhan tidak terlalu mengulur-ulur ceritanya, dan klimaks yang memberi kepuasan untuk penontonnya. Namun perlu diperhatikan juga, bagian ending yang tidak perlu ada, beberapa bagian yang masih mengulur-ulur cerita, dan season terakhir yang digunakan sebagai ajang promosi untuk spin-off-nya.


Baca analisis filosofis produk budaya popular

Langganan via surat elektronik.

Comments (

0

)