Gambar fitur artikel nope canggih tapi pucat.
,

Nope: Canggih tapi Pucat

Nope (2022) karya Jordan Peele (sutradara dan penulis) adalah film bergenre campuran, fiksi ilmiah dan koboi modern. Seperti dua film yang ia sutradarai sebelumnya, Get Out (2017) dan Us (2019), film ini juga mengandung kritik sosial. Namun demikian, Nope terasa hambar.

Setelah peristiwa ganjil yang mengakibatkan kematian ayah mereka, kakak adik pemilik peternakan OJ (Daniel Kaluuya) dan Emerald Haywood (Keke Palmer) berusaha merekam keberadaan makhluk asing (UFO). Mereka berharap rekaman itu dapat mendatangkan uang dan ketenaran. Dalam usaha itu, mereka dibantu oleh karyawan toko elektronik Angel Torres (Brandon Perea) dan pembuat film dokumenter Antlers Holst (Michael Wincott).

Sebagai sebuah film, Nope terasa hambar, begitu-begitu saja, tidak ke mana-mana. Ada dua hal yang membuat Nope terasa hambar.

Pertama, ceritanya tidak berkembang. Dari awal sudah diceritakan tentang sekelompok orang yang berhadapan dengan makhluk asing. Inilah cerita yang didapatkan untuk dua jam selanjutnya. Tidak berkembang ke mana-mana. Tidak ada intrik di antara tokoh-tokohnya, atau cerita setelah usaha mereka merekam UFO, misalnya.

Kedua, tokoh-tokohnya tidak menarik. Peele berusaha membuat empat tokoh utama di dalam Nope menarik. Kakak adik OJ dan Emerald Haywood adalah keturunan joki kulit hitam yang muncul dalam salah satu eksperimen film pertama The Horse in Motion (1878) karya Eadweard Muybridge, Angel Torres adalah seorang penggemar UFO, dan Antlers Holst adalah pembuat film dokumenter yang eksentrik. Namun, penampilan keempat tokoh tersebut di dalam film tidak menarik dan membuat kita mau mengikuti ceritanya. Yang terutama ditampilkan adalah OJ sebagai orang yang kalem, yang berbeda dengan adiknya Emerald yang suka mencari perhatian, kemudian Torres yang antusias, dan Holst dengan keeksentrikannya akhirnya bergabung dengan mereka.

Film Jordan Peele selalu mengandung kritik sosial. Terutama kritik atas rasisme. Persisnya rasisme kulit putih atas kulit hitam di Amerika. Dalam cakupan kritik atas rasisme, yang dibicarakan dalam Nope adalah perjumpaan awal orang kulit hitam dengan orang kulit putih dalam kerangka imperialisme dan kolonialisme.

UFO menyimbolkan kulit putih. Dalam pengertian, sesuatu yang asing dan datang dari jauh. OJ dan kelompoknya, yang multiras, dapat dikatakan mewakili kulit hitam. Dalam pengertian, pihak yang menerima kedatangan. Penerimaan OJ dan kelompoknya terhadap kedatangan UFO, secara eksplisit disampaikan dalam perkataan-perkataan OJ, analog dengan penerimaan kulit hitam terhadap kedatangan kulit putih.

OJ dan kelompoknya pada mulanya menerima apa yang mereka hadapi itu sebagai pesawat luar angkasa. Penerimaan itu datang dari penglihatan mereka bahwa benda asing itu terbang dan melayang di atas peternakan OJ dan Emerald. Namun selanjutnya di pertengahan film, OJ menyadari dan memberitahu Emerald bahwa, “It’s an animal. It’s territorial, and it thinks that this is its home.” (UFO itu binatang. UFO itu teritorial, dan berpikir peternakan ini adalah rumahnya.)

Penerimaan awal mereka bahwa benda asing itu adalah pesawat dapat diterima sebagai simbol penerimaan awal kulit hitam terhadap kulit putih. Suatu penerimaan yang mengandung campuran berbagai perasaan, takjub, heran, sekaligus takut, melihat pihak asing datang ke dunianya dengan teknologi canggih yang menunjukkan peradaban yang lebih maju. Kapal yang dapat mengarungi samudra, alat-alat navigasi sebagai penunjuk arah, juga meriam dan senapan.

Namun selanjutnya orang kulit hitam menyadari, seperti OJ menyadari apa yang dihadapinya adalah binatang, yang teritorial, dan berpikir peternakan OJ dan Emerald adalah rumahnya, orang kulit putih dengan segala kecanggihan dan kemajuannya datang ke dunia kulit hitam untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hewaninya, seperti mencaplok manusia, mengambil sumber daya alam, dan menguasai wilayah karena berpikir itu miliknya.

Kritik atas Imperialisme & Kolonialisme

Tampaklah pesan umum yang ingin disampaikan dalam film Nope, tentang perjumpaan awal kulit hitam dengan kulit putih, dalam kerangka imperialisme dan kolonialisme.

Selanjutnya, lebih detail, ditampilkan di awal film bahwa ayah OJ tewas karena terkena sesuatu yang terlempar dari UFO. Dalam cakupan pesan umum film Nope, adegan ini bisa ditafsirkan, kekerasan yang dialami oleh kulit hitam bahkan sampai merenggut hidupnya hingga saat ini adalah konsekuensi dari keasimetrisan hubungan antara kulit putih dan kulit hitam sejak mulanya.

Audiens utama Peele secara khusus adalah kulit hitam Amerika, dan secara umum adalah masyarakat Amerika. Namun, pesan yang disampaikan melalui film Nope memiliki signifikansi untuk audiens yang lebih luas daripada audiens utama tersebut. Dalam hal ini orang kulit berwarna di wilayah bekas jajahan kulit putih. Karena pengalaman kulit berwarna berhadapan dengan kulit putih, dalam kerangka imperialisme dan kolonialisme, di berbagai belahan dunia memiliki persamaan juga perbedaan.

Persamaannya adalah perjumpaan yang diikuti oleh penguasaan serta penjajahan. Hal ini kemudian menjadi pola umum hubungan antara kulit putih dan kulit berwarna dalam kerangka imperialisme dan kolonialisme.

Sedangkan salah satu perbedaannya adalah abduksi. Pengambilan secara paksa orang-orang kulit berwarna untuk dijadikan budak di tempat lain. Konkretnya, pengambilan secara paksa orang-orang kulit hitam Afrika untuk dijadikan budak di Amerika. Pada gilirannya keturunan orang-orang ini menjadi bagian dari masyarakat Amerika secara keseluruhan, yang disebut sebagai orang Afrika Amerika atau kulit hitam Amerika. Perbedaan pengalaman masyarakat kulit berwarna di wilayah tertentu seperti ini menjadi ciri khas pengalaman masyarakat itu.

Abduksi seperti di atas tidak atau kurang dialami oleh masyarakat kulit berwarna di wilayah lain. Contohnya, orang kulit berwarna (yang sekarang) Indonesia yang tetap hidup dan berketurunan di Jawa. Apa yang terutama dialaminya adalah, perjumpaan dengan bangsa kulit putih, diikuti penguasaan kekayaan alam oleh pihak asing itu, kemudian perampasan hak untuk menentukan nasib sendiri dalam penjajahan.

Dengan demikian, orang-orang di luar audiens utama Peele dapat mengambil pesan yang ingin disampaikan dalam Nope, karena adanya pola umum hubungan kulit putih dan kulit berwarna dalam kerangka imperialisme dan kolonialisme. Pesan yang mengandung kekhasan pengalaman masyarakat Afrika Amerika, di dalam film ditampilkan UFO itu mengabduksi orang-orang di sekitar peternakan, juga penting untuk disimak. Pertama, untuk memahami pengalaman pihak lain dalam perjumpaan dengan kulit putih. Kedua, dapat memancing kreativitas untuk menciptakan karya ala Peele yang mengandung kekhasan pengalaman pihak sendiri.

Sayangnya, Nope sebagai medium untuk menyampaikan pesan penting itu adalah film medioker. Bagaimanapun, film yang bagus itu menarik untuk ditonton dan diikuti ceritanya. Terutama mengandalkan pesan penting yang hendak disampaikan, tidak membuat sebuah film menjadi bagus. Suatu pesan penting, termasuk kritik atas rasisme, dapat disampaikan melalui medium lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments (

0

)